Nenek 86 Tahun Ini Ingin Mengajar Madrasah hingga Akhir Hayat, Kisahnya Bikin Haru

 



Namanya Neneh Hasanah, sudah 67 tahun ia mengabdi di Madrasah Asshariyah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Misbahul Aulad, Kampung Ciseupan, Desa Seseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Di usia rentanya yang menginjak 87 tahun, tak memupus semangatnya untuk tetap mengajar pendidikan akhlak dan budi pekerti kepada murid-muridnya.
Mengutip laman YouTube Liputan6 SCTV Senin (25/10), Neneh sempat mengungkapkan keinginannyaagar ia bisa tetap mengajar di madrasah hingga akhir hayatnya. Tak ayal kisah haru ini menginspirasi banyak orang. Begini kisah selengkapnya:
Mengajarkan Pentingnya Pendidikan Agama
Di usia senjanya, Neneh tak pantang menyerah. Ia tetap berbagi ilmu kepada puluhan murid di madrasah tersebut. Setiap pagi sebelum berangkat mengajar, Neneh Hasanah menyempatkan diri ke ladang untuk mengelola hasil taninya secara mandiri.
Dalam video itu, ia menjelaskan bahwa mengajarkan pendidikan akhlak dan budi pekerti merupakan pendidikan terpenting. Ia mengaku masih semangat mendidik anak asuhnya.
“Saya masih mau mendidik supaya anak-anak yang beragama islam bisa tetap sembahyang, bisa baca Alquran dan bisa memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik,” tuturnya.
Mengajar sejak Tahun 1954
Derap langkahnya yang tak lagi tegap, dengan kondisi yang sedikit bungkuk tak menghalangi niatnya mengajar. Saat di dalam kelas pun, jari jemarinya masih terlihat lincah menuliskan penggalan kalimat dari Bahasa Arab.
Neneh sempat mengenang masa mudanya ketika masih berusia belasan, di mana dirinya mulai menjadi seorang pengajar di sekolah sekitar tahun 1954 silam.
“Jadi saya mau berterima kasih kepada pendidik-pendidik dan orang tua sebab dulu saya bisa belajar Agama Islam, supaya anak-anak bisa belajar Agama Islam,” ungkap pengajar yang kerasan disapa Mamih Neneh ini.
Menjadi Tauladan Pengajar Muda
Semangatnya yang tak pernah padam membuat sosok Neneh kerap dikagumi pengajar-pengajar muda di madrasah tersebut. Ahmad Soparudin misalnya, ia kerap terpacu untuk tak lelah mengajar saat bertemu Neneh Hasanah setiap jam ngajarnya di pukul 13.00 WIB siang.
“Dari nenek Hasanah itu sangat semangat sekali dalam mengajar di sini, saya sangat salut dengan beliau,” terangnya.
Tak jauh berbeda, Nina Lisnawati, selaku pengajar lain di madrasah tersebut juga mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Neneh yang menginspirasi. Betapa tidak, pengabdiannya yang tak disertai keluh kesah, membuat pengajar muda di sana bangkit.
“Kita yang tadinya sudah patah semangat, tapi melihat tak lelahnya dalam mengajar, kita jadi semangat lagi gitu,” ujar Nina Lisnawati, pengajar lainnya.
Ingin Terus Mengajar hingga Akhir Hayat
Neneh juga menyampaikan kekhawatirannya kala anak-anak muda banyak yang tak mengenal agama. Dengan nada sedih, Neneh mengungkapkan ingin terus mengajar pendidikan agama, mengingat amalan tersebut yang kelak akan dibawa sampai ke liang lahat.
Karena alasan itu juga yang kemudian menuntunnya untuk terus mengabdi di Madrasah Asshariyah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Misbahul Aulad. Bahkan wanita paruh baya ini tetap ingin mengajar hingga dipanggil sang Pencipta.
“Saya khawatir, sebab agama dan akhlak yang akan dibawa mati semuanya, saya ikhlas terus mengajar asal ada keridhaan dari Allah. Saya juga tidak ingin berhenti mengajar, sampai keluar nyawa. Kalau setelah itu mah bebas,” tutup Neneh.










Sumber Artikel:

0 Response to " Nenek 86 Tahun Ini Ingin Mengajar Madrasah hingga Akhir Hayat, Kisahnya Bikin Haru"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel